Di era modern yang penuh dengan
teknologi canggih, seorang siswa bernama Ranu memandang ponsel cerdasnya dengan
cemas. Meskipun dia berada di tengah era merdeka belajar dan era 4.0, tampaknya
teknologi telah mengambil alih hidupnya.
Ranu merasa lebih suka
menggulir media sosial daripada menggulir buku teks. Dia lebih senang dengan 'like'
di media sosial daripada dengan 'like' yang dia terima dari hasil studi
kerasnya. Dia sering terjebak dalam lubang tak berujung video lucu daripada
terjebak dalam penjelasan guru-guru yang berusaha keras mengajarkan pelajaran.
Suatu hari, guru
matematika Ranu, Pak Budi, memberikan tugas rumah yang melibatkan riset online tentang perkembangan matematika
dalam era 4.0 ini. Ranu dengan malas memegang ponselnya dan menghabiskan waktu
berjam-jam di internet. Akan tetapi, apa yang dia dapatkan? Sejumlah meme lucu
dan video kucing yang menggemaskan. Dia telah melewatkan kesempatan untuk
mendalami materi yang sangat relevan dengan perkembangan masa depan.
Namun, Ranu bukanlah
satu-satunya yang terjebak dalam perangkap teknologi. Banyak teman sekelasnya
juga menghadapi tantangan yang serupa. Mereka mungkin tahu tentang era merdeka
belajar, tetapi tampaknya terlalu merdeka dalam kebebasan itu sehingga
melupakan tanggung jawab inti mereka sebagai siswa.
Namun, kecerdasan Ranu
akhirnya terbangun dari tidur panjangnya. Dia menyadari bahwa merdeka belajar
bukan hanya tentang mengejar hiburan dan kesenangan sepanjang waktu, tetapi
juga tentang menjelajahi pengetahuan dengan sungguh-sungguh. Ranu memutuskan
untuk menyaring informasi yang masuk, mengatur waktu belajar dengan lebih
bijak, dan menggunakan teknologi sebagai alat pembelajaran, bukan sebagai
hambatan belajar.
Dengan tekad baru, Ranu
dan teman-temannya mulai mengatasi tantangan era merdeka belajar di era 4.0.
Mereka memanfaatkan teknologi untuk mengakses sumber-sumber pendidikan yang
berkualitas, berpartisipasi aktif dalam diskusi online, dan menjalani pendidikan yang holistik.
Cerita Ranu
mengingatkan kita bahwa meskipun era merdeka belajar dan era 4.0 menawarkan
kebebasan dan akses yang tak terbatas, tantangan nyata adalah bagaimana kita
mengelola kebebasan itu. Dengan tekad, disiplin, dan kesadaran akan tujuan
sejati belajar, kita dapat menghadapi era modern ini dengan bijak dan
berkembang dalam bidang pendidikan dan kehidupan secara menyeluruh.








0 komentar:
Posting Komentar