Rabu, 30 Agustus 2023

Ranu di Ujung Aspal Era 4.0

Di era modern yang penuh dengan teknologi canggih, seorang siswa bernama Ranu memandang ponsel cerdasnya dengan cemas. Meskipun dia berada di tengah era merdeka belajar dan era 4.0, tampaknya teknologi telah mengambil alih hidupnya.

Ranu merasa lebih suka menggulir media sosial daripada menggulir buku teks. Dia lebih senang dengan 'like' di media sosial daripada dengan 'like' yang dia terima dari hasil studi kerasnya. Dia sering terjebak dalam lubang tak berujung video lucu daripada terjebak dalam penjelasan guru-guru yang berusaha keras mengajarkan pelajaran.

Suatu hari, guru matematika Ranu, Pak Budi, memberikan tugas rumah yang melibatkan riset online tentang perkembangan matematika dalam era 4.0 ini. Ranu dengan malas memegang ponselnya dan menghabiskan waktu berjam-jam di internet. Akan tetapi, apa yang dia dapatkan? Sejumlah meme lucu dan video kucing yang menggemaskan. Dia telah melewatkan kesempatan untuk mendalami materi yang sangat relevan dengan perkembangan masa depan.

Namun, Ranu bukanlah satu-satunya yang terjebak dalam perangkap teknologi. Banyak teman sekelasnya juga menghadapi tantangan yang serupa. Mereka mungkin tahu tentang era merdeka belajar, tetapi tampaknya terlalu merdeka dalam kebebasan itu sehingga melupakan tanggung jawab inti mereka sebagai siswa.

Namun, kecerdasan Ranu akhirnya terbangun dari tidur panjangnya. Dia menyadari bahwa merdeka belajar bukan hanya tentang mengejar hiburan dan kesenangan sepanjang waktu, tetapi juga tentang menjelajahi pengetahuan dengan sungguh-sungguh. Ranu memutuskan untuk menyaring informasi yang masuk, mengatur waktu belajar dengan lebih bijak, dan menggunakan teknologi sebagai alat pembelajaran, bukan sebagai hambatan belajar.

Dengan tekad baru, Ranu dan teman-temannya mulai mengatasi tantangan era merdeka belajar di era 4.0. Mereka memanfaatkan teknologi untuk mengakses sumber-sumber pendidikan yang berkualitas, berpartisipasi aktif dalam diskusi online, dan menjalani pendidikan yang holistik.

Cerita Ranu mengingatkan kita bahwa meskipun era merdeka belajar dan era 4.0 menawarkan kebebasan dan akses yang tak terbatas, tantangan nyata adalah bagaimana kita mengelola kebebasan itu. Dengan tekad, disiplin, dan kesadaran akan tujuan sejati belajar, kita dapat menghadapi era modern ini dengan bijak dan berkembang dalam bidang pendidikan dan kehidupan secara menyeluruh.

0 komentar:

Posting Komentar

Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus bagi Indonesia

Kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia dengan tema “Faith, Fraternity, Compassion,” menawarkan lebih dari sekadar dorongan spirit...